Category archives for Sejarah

Kepramukaan Di Indonesia 3

Pada tanggal 14 Agustus 1961 Tunas Kelapa ditetapkan sebagai lambang Gerakan Pramuka. Lambang tersebut diciptakan oleh Alm.Bapak Soenardjo Atmodipuro, seorang pembina Pramuka yang aktif sebagai pegawai tinggi Departemen Pertanian. Pada tanggal tersebut pula ditetapkan sebagai hari Pramuka.

Kepramukaan Di Indonesia 2

pada masa pendudukan jepang, oleh penguasa jepang di Indonesia melarang adanya organisasi kepanduan di Indonesia. Kemudian banyak tokoh-tokoh pandu yang masuk dalam organisasi Senedan, Keibodan, dan Pembela Tanah Air(PETA).

Kepramukaan Di Indonesia

Gagasan Baden Powell mengenai pendidikan luar sekolah untuk anak Inggris, sangat menarik sehingga banyak negara-negara lain yang juga menerapkannya. Diantaranya adalah Nederland (Belanda) yang diberi nama Padvinder atau Padvinderij. Oleh orang Belanda gagasan itu kemudian dicoba diterapkan di negara jajahannya (Nederland Oos Indie).

Kepramukaan Sedunia

Pada awal tahun 1908, Baden Powell selalu menulis pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpulan tulisan itu kemudian diterbitkan dalam bentuk buku yang berjudul “Scouting For Boys”.

Bapak Pandu Dunia

Bapak Pandu Dunia adalah Lord Baden Powell yang mempunyai nama kecil Robert Stephenson Smith. Beliau lahir pada 22 Februari 1857 di London Inggris. Baden Powell sangat disenangi teman-temannya kerena selalu gembira, lucu, cerdas, suka bermain musik, bersandiwara, berolah raga, mengarang, dan menggambar. Pengalamn-pengalaman Baden Powell ditulis dan dibukukan yang diberi judul “Aids to Scouting”.

Sifat Kepramukaan

Resolusi konferensi kepramukaan sedunia tahun 1942, di Kopenhagen Denmark menyatakan bahwa kepramukaan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu :

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.